BEKAM KEPALA

BEKAM KEPALA

Oleh: Agus Abdulloh (Direktur Klinik Bekam Ruqyah Centre Magelang “QURANIC HEALING TECHNOLOGY”)

Pengobatan metode Bekam/Kop/Cantuk (Hijamah) merupakan salah satu metode kuno yang paling umum orang gunakan. Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أَفْضَلُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ، وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ “

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian berobat dengannya adalah bekam dan al-qusthul-bahr” [HR. An-Nasaa’iy dalam Al-Kubraa no. 7537].

Bekam memiliki banyak bermanfaat yang dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk berhubungan dengan kepala, kecantikan (bekam estetika), bahkan gangguan jin dapat diobati dengan Bekam. Karena pentingnya dan banyaknya manfaat Bekam, maka Rosululloh menganjurkan kepada umatnya untuk melakukan Bekam. Perintah berbekam dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini didasari oleh perintah malaikat saat beliau israa’, sebagaimana yang beliau sabdakan:

ما مررت ليلة أسري بي بملإ من الملائكة ، إلا كلهم يقول لي : عليك يا محمد بالحجامة

“Tidaklah aku melewati satu malaikat pada malam aku di-isra’-kan, kecuali mereka semua berkata kepadaku : “Lakukanlah bekan wahai Muhammad”.

Di lain lafadh:

مُرْ أُمَّتَكَ بِالْحِجَامَةِ

“Perintahkanlah umatmu untuk berbekam” [Ash-Shahiihah no. 2263].

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنِ احْتَجَمَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ، وَتِسْعَ عَشْرَةَ، وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ، كَانَ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ “

Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang berbekam pada tanggap 17, 19, atau 21, maka ia menjadi obat bagi segala macam penyakit” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 3861; dihasankan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud, 2/463].

Kepala merupakan pusat susunan saraf dalam tubuh manusia. Di dalam kepala manusia terdapat bermilyar-milyar sel saraf yang sangat kecil dan rumit (Subhanalloh). Apabila saraf dalam kepala ini mengalami kerusakan maka akan menyebabkan sakitnyatubuh manusia. Untuk mengobati gangguan pada kepala maka dapat dilakukan dengan cara Bekam. Bekam di kepala, atau yang sering disebut dengan TITIK 100 PENYAKIT ini banyak sekali manfaatnya, diantaranya:

  1. Mencerdaskan otak dan menguatkan hafalan (sangat cocok untuk pelajar dan mahasiswa, maupun santri pondok)
  2. Menguatkan pandangan mata
  3. Mengobati masalah penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung)
  4. Mengangkat sihir / gangguan jin
  5. Mengobati Stroke
  6. Mehilangkan pusing, seperti migrain, vertigo, dan lain-lain
  7. Menghilangkan jerawat
  8. Mengobati sakit gigi
  9. Menormalkan Hipertensi
  10. Meringankan tubuh

Pada dasarnya metode bekam ini bukan sembarangan, maksudnya, ada titik saraf yang harus kita fahami sebelum melakukan bekam ini. Selain itu, tidak semua orang bisa melakukan bekam ini, minimal untuk bisa melakukan metode bekam Anda harus mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat.

Anda membutuhkan pengobatan bekam? Silahkan datang ke Klinik Bekam Ruqyah Centre Magelang

Alamat:
Tidar Sawe Rt.3 Rw.2, Selatan SMP Negeri 12
Kota Magelang
HP. 081.6296.037, 0896.7566.5000
WA: 0857.1354.0030

BUKA:
Senin – Sabtu, jam 08.00 – Maghrib
Hari Minggu/Besar TUTUP, kecuali janjian dulu

 

Dasar Penentuan Tarif Terapi

Dasar Penentuan Tarif Terapi

  1. Sabda Rasulullah

لِفى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنّ سَيّدَ الْحَىّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَ ر بَأَ الرّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَ ى ب أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنّبِىّ -ص ى الله عليه لِ

وسلم-. فَأَ ىت ىت النّبِىّ -ص ى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللّهِ وَاللّهِ مَا رَقَيْتُ لَخُذُوا مِنْهُمْ وَا ر ضِبُوا ى ل « ثُمّ قَالَ .» وَمَا أَدْرَاكَ أَنّهَا رُقْيَةٌ « إِ لالّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسّمَ وَقَالَ

» بِسَهْمٍ مَعَكُمْ

Judul Sub Bab: BOLEHNYA MENGAMBIL UPAH (MENTARIF) ATAS RUQYAH DENGAN BACAAN AL QURAN DAN DZIKIR2

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata:

“Sesungguhnya beberapa orang dari kalangan Sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke salah satu kampung Arab dan mereka berharap agar boleh diterima sebagai tamu penduduk kampung tersebut (tampaknya penduduk kampung itu adalah orang-orang kafir atau orang-orang bakhil dan brengsek sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qayyim dalam buku Madarijus Salikin). Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Kemudian ketua atau penghulu kampung kami disengat binatang berbisa. Mereka sudah mengusahakan berbagai macam pengobatan namun tidak mujarab. Salah seorang penduduk kampung itu berkata: “Bagaimana jika kalian temui rombongan tadi, barangkali mereka memiliki sesuatu yang dapat menyembuhkan!?” Penduduk kampung itupun datang menemui mereka lalu berkata: “Wahai rombongan yang mulia, kepala kampung kami tersengat binatang berbisa, kami telah mengusahakan berbagai macam pengobatan namun tidak manjur, apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki sesuatu untuk menyembuhkannya?” Salah seorang dari Sahabat menjawab: “Demi Allah saya mampu meruqyahnya, namun kami tadi meminta kalian menerima kami sebagai tamu namun kalian menolaknya, kami tidak akan melakukannya hingga kalian memberi sesuatu imbalan kepada kami!”. Mereka pun sepakat memberi beberapa ekor kambing. Lalu iapun menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan membacakan surat Al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh dapat berjalan seperti sedia kala tanpa terasa sakit lagi. Merekapun diberi beberapa ekor kambing sesuai dengan perjanjian. Salah seorang anggota rombongan berkata: “Bagilah kambing-kambing itu!” sahabat yang meruqyah tadi menimpali: “Jangan bagikan dulu sebelum kita laporkan kepada Rasulullah, kita ceritakan apa yang telah terjadi dan kita menunggu apa perintah Beliau!” merekapun pulang menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan menceritakan pengalaman tersebut. Setelah mendengar kisah mereka itu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tahukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan ruqyah.” Kemudian Beliau bersabda lagi: “Tindakan kalian benar, bagilah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kalian.” (H.R Al-Bukhari no: 2276 dan Muslim no: 2201 (cetakan Toha Putra Semarang: Jilid 4, Juz 7, hal. 19)

  1. Penjelasan Ulama

Hadits di atas dijelaskan dalam syarah hadits oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani serta beberapa faidahnya:

  1. Perkataan: “mereka (para sahabat) berharap agar boleh diterima sebagai tamu penduduk kampung tersebut” yaitu meminta agar diterima sebagai tamu. Dalam riwayat Al-A’masy yang dikeluarkan selain imam Tirmidzi disebutkan: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengutus tiga puluh orang. Lalu kami (rombongan tersebut) singgah di suatu kaum pada malam hari. Kami meminta agar mereka menerima kami sebagai tamu. Kata Al-Qira maknanya adalah tetamu.”
  2. Perkataan: “Disengat binatang berbiasa” yakni kalajengking.
  3. Perkataan: “Mereka telah berusaha menyembuhkan kepala kampung itu dengan segala cara.” Yaitu cara-cara pengobatan yang biasa mereka lakukan bila seseorang tersengat kalajengking. Demikianlah penjelasan mayoritaas ulama, yakni mereka telah meminta kepada setiap orang untuk menyembuhkannya.
  4. Perkataan: “Penduduk kampung itupun datang menemui mereka” AlBazzar menambahkan: “Penduduk kampung itu berkata: “Telah sampai berita kepada kami bahwa sahabat kalian (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ) telah datang dengan membawa cahaya dan penyembuhan.” Para sahabat menjawab: “Benar!”
  5. Perkataan: “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk menyembuhkannya?” Dalam riwayatnya Abu Dawud menambahkan: “Penyembuhan yang dapat berguna bagi kepala kampung kami?”
  6. Peraktaan: “Sebagian mereka berkata” Dalam riwayat Abu Dawud berbunyi: “Salah satu anggota rombonga berkata: Benar, demi Allah saya bisa membacakan ruqyah kepadanya.” Yang berkata demikian adalah Abu Sa’id Al-Khudri perawi hadits ini. Lafalnya: Aku (Abu Sa’id) berkata: “Benar, aku bisa meruqyahnya. Namun aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan beberapa ekor kambing.” Dalam riwayat Sulaiman bin Qittah berbunyi: “Akupun menemuinya dan meruqyahnya dengan membacakan surat Al-Fatihah.”
  7. Perkataan: “Merekapun sepakat” yakni mereka menyetujui.
  8. Perkataan: “Memberikan beberapa ekor kambing” dalam riwayat Al-A’masy disebutkan: “Kami akan memberi kalian tiga puluh ekor kambing.”
  9. Perkataan: “Maka iapun maju dan menyemburkan” At-tafl adalah semburan yang disertai dengan sedikit ludah. Ibnu Abi Hamzah berkata: semburan disertai ludah itu dilakukan setelah membaca ayat Al-Qur’an agar mendapat keberkahan bacaan Al-Qur’an pada anggota tubuh yang dikenai oleh semburan ludah tadi. Karena ludah yang disemburkan tadi memiliki berkah.
  10. Perkataan: “Iapun membacakan surat Al-Fatihah” dalam riwayat Syu’bah: “Membacakan Fatihatul Kitab. Dalam riwayat Al-A’masy disebutkan: Surat Al-Fatihah itu dibacakannya sebanyak tujuh kali.”
  11. Perkataan: “Seolah-olah ia (kepala kamupung) kembali segar” makna nasyatha adalah bangkit dengan segera.
  12. Perkataan: “dari tali kekang” ‘Iqal adalah tali yang diikatkan untuk mengekang binatang ternak.
  13. Perkataan: “Seakan-akan tidak terasa sakit” yaitu seakan-akan tidak berpenyakit. Kadang kala penyakit disebutkan juga al-qalabah (berbolak-balik), karena orang yang sakit akan berguling-guling bolak-balik untuk mengetahui tempat yang sakit. Sabda nabi: “Tahukah engkau, bahwa Al-Fatihah itu memang merupakan ruqyah.” Ad-Dawudi berkata: “Maknanya adalah “Tahukah kamu?” Dalam riwayat Mu’abbad bin Sirrin disebutkan: “Tahukah ia?” kalimat ini biasa digunakan saat takjub kepada sesuatu dan digunakan juga untuk membesarkan sesuatu perkara. Makna kedua inilah yang cocok di sini. Dalam riwayatnya Syu’bah menambahkan “Beliau sama sekali tidak menyebutkan larangan” yaitu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalamtidak melarang hal itu. Sulaiman bin Qittah menambahkan dalam riwayatnya setelah sabda beliau: “Tahukah engkau bahwa Al-Fatihah itu adalah ruqyah” aku berkata: “Lalu meresaplah sesuatu ke dalam lubuk hatiku” yakni ilham. Sabda nabi: “Pastikan aku mendapatkan bagian bersama kalian”, Yakni berikanlah aku bagian daripadanya. Sepertinya beliau ingin menegaskan kebenaran tindakan mereka.

Hadist ini merupakan dalil bolehnya meruqyah dengan membacakan Kitabullah, demikian pula dzikir dan doa yang ma’tsur maupun doa-doa lain yang tidak bertentangan doa yang ma’tsur.

Dan hadits itu juga merupakan dalil bolehnya menahan kebaikan kepada seseorang sebagai balasan perbuatannya. Para sahabat menolak melakukan ruqyah sebagai balasan penolakan mereka.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dalil bolehnya berijtihad jika tidak didapati nash Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan menunjukkan agungnya kedudukan Al-Qur’an di dalam jiwa para Sahabat, khususnya surat Al-Fatihah.

Dalam hadits itu dijelaskan bahwa rezeki yang berada ditangan seseorang dan akan Allah bagikan kepada orang lain tidak dapat ditahan siempunya. Ketika penduduk kampung itu menolak menerima mereka sebagai tamu -sementara Allah telah menetapkan bagi rombongan sahabat tersebut bagian dari harta penduduk kampung itu-, meskipun mereka menghalanginya namun Allah menjadikan sengatan kalajengking terhadap kepala kampung itu sebagai sebab berpindahnya harta mereka itu kepada para sahabat. Di dalamnya terdapat hikmah yang sangat tinggi, bahwa balasan akibat penolakan mereka tersebut ditimpakan kepada orang yang paling keras penolakannya di antara mereka, yakni kepala kampung. Sebab biasanya penduduk kampung akan bermusyawarah terlebih dahulu dengan pemuka kampung mereka. Oleh karena kepala kampung itu yang sangat keras penolakannya maka ialah yang merasakan balasannya secara khusus sebagai balasan yang adil.

Dalam kumpulan masalah-masalah fiqih disebutkan: “Tidak ada perbedaan pendapat diantara ahli fiqih tentang bolehnya seorang muslim meruqyah orang kafir. Mereka berdalil dengan hadits Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu yang telah disebutkan di atas. Bentuk pengambilan dalilnya: penduduk kampung yang mereka singgahi dan menolak menerima mereka sebagai tamu itu Adalah kaum kafir. Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tidak melarang perbuatan para sahabat tersebut. Wallahu a’lam.

  1. SOP Asosiasi Bekam dan Asosiasi Ruqyah

Dalam SOP Asosiasi Bekam Indonesia, Yayasan Quranic Healing Indonesia, dan Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah, tidak melarang menentukan tarif terapi Ruqyah maupun Bekam.

  1. Pengalaman

Banyak kami temui umat Islam yang lebih menghargai Dukun/Paranormal/Kyai Dukun/Ustadz Dukun daripada Peruqyah Syar’iyyah. Padahal Ruqyah itu mempunyai banyak resiko dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Dan juga, keikhlasan dalam meruqyah itu sangat penting. Apabila meruqyah sampai timbul ketidakikhlasan karena Pasien tidak menghargai Peruqyah, maka Peruqyah bisa terkena serangan balik dari Jin yang diruqyahnya. Wallohu a’lam wa Na’udzubillahi min dzalik

Untuk itu, kami menimbang betapa pentingnya sebuah keikhlasan dalam meruqyah sehingga dengan sangat berat hati kami mentarif terapi di Klinik kami. Tentunya, tarif yang kami tetapkan masing sangat terjangkau. Apabila Pasien tidak mampu, boleh membayar biaya terapi semampunya. Dan bagi Pasien yang mampu dipersilahkan apabila mempunyai kelebihan rizki membayar biaya terapi lebih banyak. Biaya yang banyak dapat diniatkan untuk bertawasul dengan amal solih/sedekah supaya sakitnya cepat sembuh.

RUQYAH TREATMENT POINT

(Untuk Gangguan Jin Parah)

  1. Ruqyah Mandiri
  • NIAT
  • Kedua tangan menengadah (posisi berdoa)
  • Baca Ayat-ayat Al Quran (misal: Al Fatihah, Ayat Kursi, 3 Qul. Ulangi -+ 3x) dan setiap satu surat ditiupkan ke telapak tangan. Usapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau
  • Apabila ada reaksi, ulangi lagi poin (c)
  • Lakukan setiap hari minimal setiap habis solat wajib
  1. Minum Air Ruqyah
  • NIAT
  • Siapkan segelas atau seteko air matang. Untuk hasil yang lebih maksimal, tambahkan Daun Bidara
  • Baca Ayat-ayat Al Quran (misal: Al Fatihah, Ayat Kursi, 3 Qul. Ulangi -+ 3x) dan setiap satu surat ditiupkan ke air tersebut
  • Minumlah secara rutin dengan membaca doa sebelumnya
  1. Mandi Air Ruqyah
  • NIAT
  • Siapkan satu ember air. Untuk hasil yang lebih maksimal, tambahkan Daun Bidara
  • Baca Ayat-ayat Al Quran (misal: Al Fatihah, Ayat Kursi, 3 Qul. Ulangi -+ 3x) dan setiap satu surat ditiupkan ke air tersebut
  • Gunakan untuk mandi 2 kali sehari
  1. Ruqyah Rumah / Tempat Usaha
  • NIAT
  • Siapkan satu ember air. Untuk hasil yang lebih maksimal, tambahkan Daun Bidara
  • Baca Ayat-ayat Al Quran (misal: Al Fatihah, Ayat Kursi, 3 Qul. Ulangi -+ 3x) dan setiap satu surat ditiupkan ke air tersebut
  • Cipratkan air tersebut ke lantai, tembok, atas, teras rumah, halaman rumah, dan tempat-tempat yang tidak nyaman
  • Lakukan sehari 2 kali, pagi dan sore

Lakukan RTP selama 2 minggu FULL berturut-turut.

 Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Klinik Bekam Ruqyah Centre Magelang “QURANIC HEALING TECHNOLOGY”
Kantor Pusat:
Jl. Sukarno Hatta, Tidar Sawe Rt.3 Rw.2 (selatan SMP Negeri 12) Magelang
HP: 081.6296.037,  0896.7566.5000

Bergabunglah di Funpage kami di Facebook:
Bekam Ruqyah Centre Magelang

Kami mohon doanya insyaAlloh Klinik Bekam Ruqyah Centre “QURANIC HEALING TECHNOLOGY” akan membuka Cabang di kota-kota besar di seluruh Indonesia